Eka Ferianti Jakarta
Eka
Febrianti sering merasakan sakit kepala sejak lama, biasanya dapat
teratasi dengan minum obat yang dibeli di warung. Namun pada tanggal 29
Juli 2011 lalu, Eka kembali merasakan sakit kepala. Seperti
biasa,cukup minum obat warung, tetapi kali ini tidak ada
perubahan..
Selanjutnya
Eka mengeluhkan hal ini pada suami, kok pusingnya tidak mereda
juga. Sang Suami kemudian melakukan refleksi pada jempolnya.
Namun sakitnya malah semakin menjadi – jadi. Saya hanya bisa
pasrah karena tidak tahu harus bagaimana lagi, kata Eka, Besok malamnya
saya kedokter dan hanya diberikan obat penenang.
Pada tanggal 31
Juli, sakit kepala kambuh lagi. Kali ini minta ampun sakitnya, rasanya
seperti kepala ditekan keras sampai tidak kuat menahannya.
Akhirnya keesokan harinya (1 Agustus 2011) Eka melakukan CT Scan pada
kepala sesuai rekomendasi dokter. Berdasarkan hasil CT Scan, Eka
divonis terkena kanker otakdengan diameter 3 cm. Kanker yang
tadinya berada di sebelah kiri depan kepala, kini sudah mulai menyebar
ke area otak sebelah kanan.Masya Allah, saya bagaikan terkena petir di
siang hari.Saya dan suami berusaha untuk sabar dan tenang dan terus
berupaya mencapi upaya untuk penyembuhan kanker otak.
Lalu
kami bercerita kepada orangtua tentang keadaan saya, dan informasi
keadaan saya diteruskan kepada tante saya yang sudah lebih dulu
mengonsumsi Tahitian Noni. Selanjutnya saya dibawa oleh tante
ke kantor Tahitian Noni di Jakarta. Ketika pertama kali
kesana, kondisi saya sudah tidak ada keseimbangan untuk berdiri, syaraf
mata sudah sakit, kuping berdengung dan terasa panas,Ujar Eka
Selanjutnya
saya dianjurkan oleh dokter di kantor Tahitian Noni untuk minumTahitian
Noni. untuk penyembuhan kanker otak saya, 1 sloki
(30ml) setiap 1 jam,dan harus mematuhi banyak pantangan makanan.
Ternyata dosis tersebut tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan
pada 1 minggu pertama. Saya mulai panik. Lalu suami berkonsultasi
kembali. Akhirnya dosisnya dinaikkan menjadi 100ml per 3 jam. Pada
pelaksanaannya saya justru minum 200ml per 3 jam. Hasilnya sangat luar
biasa, saya mengalami detoks yang bervariasi. Dalam sehari saya bisa
muntah beberapa kali dan air besar saya berwarna hitam pekat. Sempat
saya patah arang tidak mau minum Tahitian Noni lagi karena
efek detoks yang terlalu kuat. Untungnya saya dikelilingi oleh
orang-orang yang sabar dan mau memberi pengertian pada saya, maka saya
lanjutkan mengonsumsi Tahitian Noni karena saya ingin
berjuang dan menemani orang-orang yang saya kasihi, saya tidak ingin
membuat mereka bersedih.
Setelah
2 bulan mengonsumsi Tahitian Noni, Alhamdulillah membuahkan
hasil. Keseimbangan saya sudah normal kembali, kuping sudah tidak lagi
berdengung, dan syaraf mata kembali normal. Saya mulai bisa
beraktivitas kembali seperti biasa. Dan di bulan ke 3,saya bisa kembali
masuk kerja.
Kami
sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya bila kami tidak
mengenal Tahitian Noni ini, berapa biaya yang harus
dikeluarkan untuk operasi, kemoterapi, dan sebagainya. Alhamdulillah
Allah mengirimkan pertolongannya melalui Tahitian Noni .
Semua penyakit pasti ada obatnya, asalkan kita yakin Allah SWT selalu
bersama kita. Kita harus punya semangat optimis yang tinggi dalam
menghadapinya.
Perjuangan dokter Pur Pulih dari
Kanker Payudara
dr. Sri
Purwaningsih

Selama
hampir tiga tahun dr. Sri Purwaningsih atau yang akrab dengan panggilan
dr. Pur berjuang melawan kanker. Awalnya pada akhr tahun 2005, dr. Pur
merasakan adanya benjolan dilingkar payudaranya. Kecurigaannya bahwa
itu adalah sebuah kanker pun ternyata terbukti setelah menjalani
serangkaian pemeriksaan kesehatan.
Satu-satunya
jalan mengobatinya adalah kemoterapi. Selama hampir enam bulan sejak
januari 2006 hingga Juni 2006, dr. Pur menjalani kemoterapi hingga 6
kali setiap 4 minggu sekali. ”Efek kemoterapilah yang membuat
saya merasa tersiksa. Bayangkan selama dua minggu lebih saya mulai
muntah, belum lagi rambut rontok dan kulit yang mengering.” ujar
dr. Pur.
Bahkan
dr. Pur juga merasakan cairan yang ada pada sendi-sendinya mengering,
sehingga setiap pergerakan tubuhnya disertai rasa sakit yang luar
biasa. ”Sayang sekali saya baru dikenalkan Tahitian
Noni Juice (TNJ) pada akhir Maret 2009 lalu, padahal
setelah saya mengkonsumsinya dengan dosis 2x100cc tubuh saya terasa
nyaman,” terang dr. Pur yang kondisi kesehatan dan staminanya
bertambah baik setiap harinya.
Rutinitas
dr. Pur mengkonsumsi TNJ berubah manis. Pertengahan April lalu, saat
memeriksakan dirinya ke RSCM, tidak ditemui adanya kanker lagi.
”Hasil pemeriksaan yang negatif terhadap semua tanda kanker,
membuat saya semangat berbagi resep sehat kepada teman-teman yang masih
mengalami hal serupa dengan saya,” imbuhnya.
Kini
dr. Pur merasakan stabilitas tubuh terus membaik dari hari ke hari.
”TNJ tidak saja membuat istirahat saya dan nafsu makan saya
membaik, namun segala fungsi kerja organ tubuh saya diperbaiki.
Buktinya saya tidak lagi merasakan hal-hal yang janggal pada diri saya.
Terimakasih TNJ.”
Menurut
Dr. Henry Naland Sp.B Onkologi, Dokter bedah Ongkologi FKUI/RSCM &
RS. Omni Medical Center. ”Dalam penatalaksanaan kanker,
dibutuhkan nutrisi untuk membantu kualitas hidup pasien kanker. Dengan
dipatenkannya penggunaanTahitian
NONI Juicesebagai bagian dalam uji klinis pada kasus kanker
kolon memberikan tambahan keyakinan bahwa produk ini bisa menjadi
pilihan dalam terapi komplementer pasien kanker secara keseluruhan.
Noni Juice yang diberikan bersamaan dengan kemoterapi pada pasien
kanker akan mengurangi efek samping yang diakibatkan oleh kemoterapi
dan mempercepat pemulihan pada tubuh saat menjalani recovery.”
SELAMAT
DARI KANKER PROSTAT STADIUM LANJUT
Bactiar
Martamulia : MASIH MAMPU MENYETIR SELAMA 6 JAM

Beruntung bagi anak-anak muda yang telah mengenal Tahitian
Noni Juice sejak dini dan mengonsumsinya secara teratur untuk
menjaga staminanya. Baginya Tahitian Noni Juice merupakan one stop
solution bagi kesehatan tubuh.
Hal
itu telah dibuktikan sendiri oleh Bachtiar Martamulia yang Februari
lalu menginjak usia 73 tahun. Tahitian
Noni Juice telah benar-benar membuktikan khasiatnya untuk
mengatasi masalah prostatnya. Penyakit yang akan akrab dengan kaum Adam
menjelang hari tua ini, tergolong momok yang cukup menyeramkan.
Bayangkan jika kita kesulitan buang air kecil. Pasti tersiksa sekali
rasanya.
Inilah
yang dialami Bachtiar. Kakek lima orang cucu ini mendadak kesulitan
buang air kecil. “Kejadian itu terjadi pada 18 Juli 2007, dan
hamper seminggu sebelumnya, air seni saya hanya keluar setetes demi
setetes. Hingga pada tanggal 18 itulah, seharian air seni tidak bisa
keluar,” ceritanya.
Keesokan
harinya Bachtiar dilarikan ke rumah sakit di Surabaya. “Dokter
memeriksa bahwa PSA atau ukuran pertanda tumor prostat (Kanker maker
Prostat) di tubuh saya mencapai angka 57,35. Sementara normalnya hanya
kisaran angka 4. Sudah berapa puluh kali lipat besarnya. Pastinya medis
menyarankan untuk operasi karena Kanker
Prostat tersebut. Namun saya tolak dengan berbagai macam
alasan,” katanya.
Bachtiar
yang memang telah mengenal Tahitian
Noni Juice, spontan ingat dan berkonsultasi dengan seorang teman
yang mengerti tentangTahitian
Noni Juice. “Sedikit meraba mengenai dosisnya, saya minumTahitian
Noni Juice satu botol dalam sehari. Dalam 4 hari, saya
kembali periksakan PSA saya. Hasilnya sungguh mencengangkan PSA saya
turun menjadi 52,74. Hari kelima dosis saya turunkan menjadi 500cc/0,5
liter sehari. Dalam 8 hari saya periksakan lagi PSA saya, dan hasilnya
turun menjadi 19,9. Kemudian saya turunkan lagi dosisnya menjadi 250cc
perhari. Dalam 3 bulan PSA saya tinggal 6,35. Enam bulan kemudian turun
lagi menjadi 5,65 dan terakhir saya periksa pada 3 Desember 2009, PSA
saya sangat normal diangka 3,23,” ujarnya.
Tidak
hanya prostat yang akhirnya teratasi. Asam urat yang kerap mendera
kakinya juga ikut teratasi. Bahkan di usianya yang sekarang ini,
Bachtiar masih mampu menyetir mobil hingga 6 jam. “Karenanya saya
berpesan, bagi teman-teman dan adik-adik, konsumsilah Tahitian
Noni Juice sejak dini. Karena Tahitian
Noni Juicemampu menjaga stamina tubuh dan membantu kita
menjalani aktivitas sehari-hari.”
Leukimia
(Kanker Darah) Sembuh Dengan Tahitian Noni juice
Paulus Maria Bagus : TNJ Perpanjangan Tangan
Tuhan.
NAMA
SAYA Paulus Maria Bagus. Saya memiliki cerita, seputar pengalaman
memerangi Leukimia yang saya derita sejak 2005 silam. Doa saya selama 3
tahun yang mengharapkan agar Tuhan YME, menyembuhkan penyakit Leukimia,
akhirnya terjawab. Tahitian Noni Juice menjadi perpanjangan
tangan Tuhan dalam pemberian berkat dan kesehatan bagi saya.
Ceritanya
berawal pada bulan Agustus 2005. Saya merasa heran terhadap penyusutan
berat badan saya. Lemas dan kurang nafsu makan menjadi pelengkap
penderitaan saya. Anehnya saya tidak merasakan sakit di tubuh maupun
organ dalam saya. Merasa aneh, saya memeriksakan darah saya ke sebuah
laboratorium, pada 6 September 2005. Sore hari saya mengambil hasil
laboratorium tes darah saya. Betapa kagetnya saat saya membaca bahwa
Leukosit saya berada di angka 22.222, yang seharusnya normalnya berada
dikisaran 4.000 – 10.000. saat itu menjadi momentum terberat bagi
saya. Saya memutuskan untuk berobet secara medis. Menurut Dokter
penyakit saya bisa disembuhkan, dengan catatan meminum obat setiap hari
seumur hidup. Bayangkan saya harus minum obat yang sebutirnya berharga
Rp 250.000,- dan saya harus meminumnya sehari 4 kali.
Suatu
hari saat diadakan reuni jemaat pasca kepergian ke Israel, ada seorang
jemaat yang menilai bahwa wajah saya semakin pucat dan badan terlihat
kurus. Akhirnya saya ceritakan mengenai penyakit saya. Kemudian ia
memberikan sebotol Tahitian Noni Juice untuk mengatasi
masalah kesehatan saya. Dengan dosis 1 x 30cc sehari dan dibarengi
dengan konsumsi obat medis, saya merasakan perubahan dalam tubuh saya.
Hasil laboratorium saya kembali normal dan membaik. Stamina prima, dan
napsu makan meningkat, Saya yakin bahwa TNJ benar-benar
perpanjangan Tangan Tuhan dalam kesembuhan saya. Saya
sarankan TNJ menjadi alternatif solusi masalah kesehatan yang
bisa diandalkan
Sembuh
dari Kanker Nashoparing– Ricky Lomanto
Tak ada orang yang membayangkan terkena penyakit
kanker, dan itulah saya derita. Hampir setahun badan saya demam
dan sakit di gusi bagian belakang akibat kanker nasopharing, sejenis
kanker di belakang hidung. Saya kemudian berobat ke Cina. Oktober 2005
saya kembali ke Indonesia dan bisa menjalani hidup normal.
Hanya
berselang sebulan, badan kembali demam. Penyebabnya karena menghirup
udara dingin, seperti AC mobil, setiap melakukan perjalanan dinas ke
luar kota. Mula-mula cuma pilek, lama-lama timbul bengkak antara pipi
dan telinga, bekas tempat penyinaran ketika pengobatan dulu. Dokter
gigi saya, yang menemukan adanya kanker di belang hidung, terkejut
melihat kemunduran kesehatan yang saya alami.
Syukurlah,
saya dipertemukan dengan teman istri saya yang membawa Tahitian
Noni Juice. Saya di kasih satu gelas. Saya coba minun satu sloki.
Begitu bangun tidur, badan terasa segar dan enak. Saya mulai minum
secara teratur, pagi dan malam sebanyak satu sloki. Air muka saya
berangsur-angsur cerah. Berat badan mulai membaik. Saya ketemu dengan
dokter gigi saya, selang seminggu kemudian. Ia kembali terkejut. Kali
ini karena tubuh saya yang sudah mulai padat dan berisi. Mulut saya,
yang semula merah, sekarang sudah normal. Saya paparkan
rahasia Tahitian Noni Juice dan kini ia membagi juga rahasia
itu kepada pasiennya. Oktober lalu, persis setahun setelah saya pulang
berobat dari Cina, saya periksa CT-Scan ke
Singapura. Dokter di sana menyatakan kanker saya
sudah bersih. Tak ada yang bisa membayangkan menemukan kesembuhan dari
penyakit kanker, tapi saya mengalaminya.
Sembuhkan
Kanker Rahim Ganas, Andriani Wulandari, Bekasi
Penderita
kanker rahim ganas sudah 2 kali operasi berada pada stadium lanjut
dengan pendarahan hebat, juga penderita ambeien, dan maag. Sudah tidak
ada harapan, tapi setelah mengkonsumsi Tahitian Noni
Juice secara teratur selama 16 hari, kanker sudah tidak
aktif, sakit ambeien dan maag sembuh total, berangsur-angsur sekarang
sehat kembali, terima kasih kepada Tuhan atasTahitian Noni Juice.
Sembuhkan
Tumor Otak – Dwienta Agnestiasari, 17 Tahun
Dwienta Agnestiasari, 17 tahun, menderita tumor otak sejak
usia 7 tahun. Operasi yang dijalani malah membuatnya lumpuh dan
hilangnya penglihatan. Hampir tujuh tahun ia tergolek lemah di
pembaringan. Dokter bahkan memprediksi kemungkinan hidupnya tinggal 10
persen.
Mei
silam, ia mulai diminumkan Tahitian Noni Juice. Pada sloki yang
pertama, ia merasa sakit luar biasa. Pada botol kesepuluh, ia mulai
bisa berjalan. Meski mata belum bisa fokus, tapi sudah bisa melihat
warna. “Aku bisa melihat!” kata Dwienta, ketika matanya
mulai mengenali warna dan cahaya. Kegembiraan yang tak terperikan.
TNJ
Meminimalisir Hypotyroid, Kistapun Hilang
Cornelia
Fatila Minarto
Pertemuannya dengan Tahitian Noni Juice,
September 2006 lalu membuat 13 kista yang bersarang pada kelenjar
hormon Cornelia Fatila Minarto, 39 tahun, yang tinggal 10% berangsur
membaik. Bahkan dalam waktu sebulan, 5 buah kistanya hilang dan
mengecil, stamina yang selama ini menurun lambat laun kembali prima.
Program
untuk memiliki keturunan, membuat 90% kelenjar hormon Fatila harus
diangkat oleh tim dokter Singapura pada 1997 silam. Karena Hypertiroid
yang ia derita, membuatnya kesulitan mendapatkan keturunan.
“Benar saja, setelah 2 bulan operasi, saya langsung hamil,”
ceritanya.
Empat
tahun kemudian Fatilia dan suaminya berencana memiliki keturunan lagi.
Sayang rencana itu tidak direstui dokter karena Fatila mengidap
Hypotyroid atau produksi kelenjar hormon di bawah batas normal telah
menyerangnya. Bahkan pada kelenjar hormonnya dipenuhi 13 kista.
“Dokter menyarankan untuk mengangkat kelenjar hormon saya 3 bulan
lagi,”katanya.
Sekembalinya
dari Singapura sambil menunggu proses operasi, seorang rekan
menawarkan Tahitian Noni Juice kepadanya. “Siapa tahu
TNJ bisa meminimalisir penyakit saya, ” Imbuh Fatila.
Ketika
pemeriksaan tiba, Fatila dan tim dokter Singapura terperanjat melihat
hasil pemeriksaan. Enam dari 13 kistanya sudah hilang, dan kista yang
masih ada semakin mengecil. Akhirnya, tindakan operasi pengangkatan
kelenjar hormon dibatalkan. Fatila diminta kembali enam bulan
berikutnya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mengetahui
bahwa TNJ membantu memulihkan kondisinya, Fatila menaikkan
dosisnya dari 30 ml pagi dan 60 ml malam menjadi 100 ml pagi dan 100 ml
malam. Hasilnya, kistanya semakin berkurang makin mengecil.
“TNJ telah membantu meminimalisir penderitaan saya,”
yakin Fatila